RESENSI BUKU JEJAK MATARAM ISLAM DI YOGYAKARTA - M. RIFQI

 


RESENSI BUKU JEJAK MATARAM ISLAM DI YOGYAKARTA







  1. Identitas Buku

Penulis : V. Wiratna Sujarweni

Penerbit : Sociality

ISBN : 9786232448049

Bahasa : Indonesia

Terbit :  Agustus 2021

Tebal : 172 Halaman

Harga : 60.000

Berat : 0,2 kg 


  1. Isi Buku

Buku ini membuka dengan sejarah awal berdirinya kerajaan‐kerajaan Islam di Jawa yang menjadi cikal bakal dari kekuasaan yang kemudian berkembang di Yogyakarta. Penulis mengurai bagaimana dari kerangka kerajaan awal seperti Kerajaan Demak dan kemudian Kerajaan Pajang, lalu munculnya Kerajaan Mataram Islam yang pusatnya di kawasan Kotagede, Yogyakarta. Buku ini menggambarkan tokoh-tokoh penting seperti Ki Ageng Pamanahan, Panembahan Senopati, dan proses politik, perang, serta konsolidasi yang mereka lalui


Selanjutnya, buku ini membawa pembaca menelusuri jejak‐fisik kerajaan Mataram Islam: situs-situs, bangunan, istana, benteng, masjid dan daerah‐kawasan di sekitar Yogyakarta yang masih menyimpan jejak kemegahan masa lalu. Misalnya Kotagede, Pleret, Keraton Yogyakarta, Taman Sari dan lainnya. Buku ini tidak hanya menceritakan peristiwa, tetapi juga memaparkan bagaimana budaya, arsitektur, dan warisan kerajaan tersebut memberi dampak hingga sekarang di wilayah Yogyakarta.


Di bagian akhir, buku ini membahas bagaimana kerajaan Mataram Islam mengalami perubahan dan pembagian kekuasaan, khususnya lewat Perjanjian Giyanti yang membagi wilayah menjadi dua entitas besar yaitu Kesultanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Buku ini menekankan bahwa jejak Mataram Islam bukan hanya terbatas pada periode kejayaannya, melainkan juga bagaimana perubahan kekuasaan, pengaruh kolonial, dan adaptasi budaya terus memengaruhi identitas dan struktur sosial di Yogyakarta hingga saat ini.


  1. Kelebihan Buku

Buku ini punya kelebihan utama karena menjelaskan sejarah Mataram Islam dengan cara yang mudah dipahami. Penulis tidak cuma fokus ke tanggal dan nama tokoh, tapi juga menjelaskan kaitannya dengan kehidupan masyarakat Yogyakarta sekarang. Selain itu, buku ini juga lengkap karena membahas berbagai peninggalan seperti bangunan, masjid, dan wilayah yang masih ada hingga kini, jadi pembaca bisa lebih mudah membayangkan peristiwa sejarahnya.

Selain informatif, buku ini juga membantu menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan sejarah lokal. Buat pelajar atau siapa pun yang ingin tahu asal-usul Yogyakarta dan Mataram Islam, buku ini sangat cocok karena bahasanya ringan dan tidak terlalu kaku seperti buku sejarah akademis.


  1. Kekurangan Buku


Salah satu kekurangan buku ini adalah penyajiannya yang kadang terasa terlalu padat di beberapa bagian, terutama saat membahas kronologi sejarah yang panjang. Bagi pembaca yang belum terbiasa membaca sejarah, bisa terasa membingungkan karena banyak nama tokoh dan peristiwa yang saling berkaitan.

Selain itu, buku ini masih kurang dalam menampilkan sumber visual seperti peta atau foto situs peninggalan, padahal itu bisa membantu pembaca memahami isi lebih mudah. Beberapa pembaca juga mungkin merasa gaya penulisannya agak kering di bagian akhir karena lebih banyak berisi fakta daripada refleksi atau analisis menarik.


  1. Kesimpulan

Kesimpulannya, buku “Jejak Mataram Islam di Yogyakarta” karya V. Wiranata Sujarweni adalah karya yang penting untuk memahami asal-usul dan perkembangan Mataram Islam, terutama pengaruhnya terhadap budaya dan kehidupan masyarakat Yogyakarta saat ini. Buku ini menunjukkan bahwa sejarah bukan hanya tentang masa lalu, tapi juga tentang bagaimana warisan dan nilai-nilai lama masih membentuk identitas daerah hingga sekarang.

Secara keseluruhan, buku ini sangat bermanfaat untuk pelajar dan masyarakat umum yang ingin mengenal sejarah lokal dengan cara yang lebih dekat dan nyata. Meski penyajiannya kadang terasa padat, isi dan pesan yang dibawa tetap kuat: bahwa memahami sejarah berarti memahami jati diri bangsa sendiri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI BUKU SEMANGAT JIWA BANGSA JEPANG - OFY ROFIAH

RESENSI BUKU PERANG JAWA 1825-1830 - REFA HINDRIANI

RESENSI BUKU GURU PAHLAWAN TANPA TANDA JASA - RANGGA PRADIFTA