RESENSI BUKU KAPITA SELEKTA MANIFESTASI BUDAYA INDONESIA - M. FAREL APRILIYAN

 


RESENSI BUKU

“KAPITA SELEKTA MANIFESTASI BUDAYA INDONESIA”

allah-7870629_1280.jpg


  1. IDENTITAS BUKU

  1. JudulBuku : KAPITA SELEKTA MANIFESTASI BUDAYA INDONESIA

  2. Pengarang : TIM LEMBAGA RESEARCH KEBUDAYAAN NASIONAL (LRKN)-                                                                                                        LIPI  

  3. Penerbit :ALUMNI BANDUNG

  4. TahunTerbit :1984

  5. Kota Terbit :BANDUNG

  6. Jumlah Halaman :310

  7. ISBN : 9794143359, 9789794143353


  1. PENDAHULUAN

“Kapita Selekta Manifestasi Budaya Indonesia" adalah pengantar untuk sebuah karya (kemungkinan buku) yang membahas berbagai aspek budaya Indonesia, seperti seni, bahasa, sistem sosial, dan sistem kepercayaan, sebagai wujud konkret dari kekayaan budaya bangsa yang beragam. Konsep "kapita selekta" sendiri merujuk pada pilihan atau esensi dari banyak elemen budaya yang dipilih untuk dikaji secara mendalam, sementara "manifestasi budaya" berarti wujud nyata dari budaya tersebut.


  1. ISI RESENSI

  1. Ringkasan Isi Buku

(sebuah karya yang mengumpulkan berbagai tulisan tentang kekayaan budaya di Indonesia. Buku ini berfokus pada manifestasi budaya dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

​Secara umum, buku ini membahas tentang:

  • ​Kehidupan spiritual: Ini mencakup kepercayaan, ritual, dan praktik keagamaan yang menjadi bagian dari budaya Indonesia.

  • ​Bahasa dan kesusastraan: Buku ini menyoroti keragaman bahasa daerah serta karya-karya sastra yang ada di Indonesia.

  • ​Kesenian: Berbagai bentuk seni, mulai dari seni rupa, seni pertunjukan, hingga seni musik, diulas dalam buku ini.

  • ​Sejarah: Buku ini juga mengupas peristiwa-peristiwa sejarah yang membentuk dan memengaruhi perkembangan budaya di Indonesia.

  • ​Ilmu pengetahuan dan teknologi: Pembahasan juga mencakup pengetahuan tradisional dan perkembangan teknologi yang relevan dengan budaya Indonesia.

  1. Analisis dan Ulasan

"Kapita Selekta Manifestasi Budaya Indonesia" merujuk pada sebuah himpunan bahan dan gejala budaya nasional Indonesia yang dikaji oleh tim ahli budaya Indonesia melalui kerjasama antara Departemen Luar Negeri dan LIPI, serta digunakan sebagai acuan untuk menganalisis dan mengulas berbagai bentuk manifestasi budaya yang ada di Indonesia. Himpunan ini berfungsi sebagai dasar untuk memahami dan mendokumentasikan kekayaan budaya Indonesia, baik yang bersifat tradisional maupun modern, dengan tujuan mengidentifikasi potensi budaya yang unggul.

  1. KutipanPenting

(Il n'y a de civilisations vivantes que capables d' exporter leurs biens au loin, de rayonner. Une civilisation qui n'apporterait pas hommes, façons de penser ou de vivre est inimaginable...


Pour une civilisation, vivre c'est à la fois être capable de donner, de recevoir, d'emprunter. Emprunter, tâche difficile, n'est pas capable qui veut d'emprunter utilement, pour se servir, aussi bien que le maître, de l'outil adopté.


Mais on reconnaît, non moins, une grande civilisation a ce qu'elle refuse parfois d'emprunter,

a ce qu'elle s'oppose à certains alignements, à ce qu'elle fait un choix parmi ce que les échangeurs lui proposent, et souvent lui imposerait ou, s'il n'en avoit des vigilances ou, plus simplement, des incompatibilités d'humeur et d'appétit


terjemah ;

Tidak ada peradaban hidup yang tidak mampu mengekspor barang-barang mereka ke mana-mana, memancarkannya. Peradaban yang tidak mengekspor manusia, cara berpikir, atau cara hidup sungguh tak terbayangkan..


Bagi suatu peradaban, hidup berarti mampu memberi, menerima, meminjam.

Meminjam, suatu tugas yang sulit, tidak mampu meminjam secara berguna, untuk menggunakan, sebagaimana halnya sang master, alat yang diadopsi.


Namun kita juga mengakui, tidak kurang, sebuah peradaban besar melalui apa yang terkadang mereka tolak untuk pinjam,

bahwa ia menentang penyelarasan tertentu, bahwa ia membuat pilihan di antara apa yang diusulkan oleh para penukar kepadanya, dan sering kali memaksakan padanya atau, jika ia tidak memiliki kewaspadaan atau, lebih sederhananya, ketidakcocokan suasana hati dan selera.

  1. PENUTUP

"Demikianlah pembahasan mengenai berbagai manifestasi budaya Indonesia dalam Kapita Selekta ini, yang menunjukkan kekayaan dan keragaman yang tak ternilai sebagai bagian dari identitas bangsa. Melalui kerjasama antara Departemen Luar Negeri dan LIPI, upaya penghimpunan bahan dan gejala budaya nasional telah dilakukan untuk menyoroti pentingnya pemahaman dan pelestarian budaya. Keberagaman ini bukan hanya aset warisan, melainkan juga fondasi bagi persatuan dan pembangunan bangsa di masa kini dan masa depan. Oleh karena itu, pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia menjadi tanggung jawab bersama, agar warisan leluhur tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang di tengah arus globalisasi."

  1. IDENTITAS PERESENSI

  • NAMA: MUCHAMMAD FAREL  APRILIYAN

  • KELAS: XII.6

  • SEKOLAH: SMA MARTIA BHAKTI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI BUKU SEMANGAT JIWA BANGSA JEPANG - OFY ROFIAH

RESENSI BUKU PERANG JAWA 1825-1830 - REFA HINDRIANI

RESENSI BUKU GURU PAHLAWAN TANPA TANDA JASA - RANGGA PRADIFTA