RESENSI BUKU TRAGEDI MEI 1998 DAN LAHIRNYA KOMNAS PEREMPUAN - INAYA AZ ZAHRA MARABUNTA
RESENSI BUKU TRAGEDI MEI 1998 DAN LAHIRNYA KOMNAS PEREMPUAN
I. IDENTITAS BUKU
Judul Buku : Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan
Pengarang : Dewi Anggraeni
Penerbit : Penerbit Komnas Perempuan
Tahun Terbit : 2014
Kota Terbit : Jakarta
Jumlah Halaman : 210 halaman
ISBN : 978-602-98535-7-0
II. PENDAHULUAN
“Sebuah bangsa yang melupakan sejarahnya akan kehilangan arah masa depannya.”
Buku Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan karya Dewi Anggraeni merupakan karya penting yang merekam sisi kelam sejarah Indonesia, khususnya peristiwa kekerasan terhadap perempuan pada tragedi Mei 1998. Penulis memilih buku ini untuk diresensi karena topiknya sangat relevan dengan upaya memahami hak asasi manusia dan perjuangan perempuan di Indonesia pascareformasi.
III. ISI RESENSI
Ringkasan Isi Buku
buku ini mengulas peristiwa kekerasan yang terjadi pada Mei 1998, ketika krisis politik dan ekonomi melanda Indonesia. Dewi Anggraeni menyajikan kisah nyata tentang bagaimana perempuan, terutama dari kelompok minoritas, menjadi korban kekerasan seksual dan diskriminasi.
Analisis dan Ulasan
Kelebihan buku ini terletak pada kedalaman riset dan gaya bahasa jurnalistik Dewi Anggraeni yang lugas namun empatik. Penulis tidak hanya menyajikan data dan kronologi, tetapi juga suara-suara korban yang selama ini terpinggirkan. Kekurangannya mungkin terletak pada beberapa bagian yang terlalu padat dengan data, sehingga pembaca awam perlu lebih fokus untuk memahami konteksnya.
Kutipan Penting
“Perempuan bukan sekadar korban, tetapi juga penggerak perubahan yang lahir dari penderitaan.”
Kutipan ini mencerminkan semangat utama buku — bahwa dari luka dan trauma, perempuan Indonesia bangkit memperjuangkan martabat dan keadilan.
IV. PENUTUP
Buku Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan layak dibaca oleh mahasiswa, guru, peneliti, dan siapa pun yang peduli pada isu kemanusiaan dan kesetaraan gender. Buku ini tidak hanya mengingatkan kita akan luka sejarah, tetapi juga menginspirasi agar tragedi serupa tidak terulang kembali. Dewi Anggraeni berhasil menyajikan karya dokumenter yang menyentuh sekaligus menggugah kesadaran sosial.
V. IDENTITAS PERESENSI
Nama : Inaya Az Zahra Marabunta
Kelas : XII.6
Sekolah : SMA MARTIA BHAKTI
Komentar
Posting Komentar